Kemenag Bekali Guru Pesantren Kompetensi Pembelajaran Berbasis AI

Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan
.
Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.

Ikuti juga saluran Kementerian Agama di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S

Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama (Kemenag) membekali para guru pesantren dengan kompetensi pengajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Pelatihan ini dikemas dalam “AI Teaching Power”, yang diselenggarakan melalui kolaborasi Microsoft dan NU Care Global.

Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, transformasi digital di pesantren harus dipahami bukan sekadar modernisasi alat, melainkan penguatan mutu pendidikan yang tetap berakar pada nilai-nilai pesantren.

“Kemenag memandang pelatihan AI Teaching Power ini sebagai ikhtiar strategis untuk memperkuat kapasitas guru pesantren di era digital. Teknologi, termasuk AI, harus menjadi instrumen peningkatan mutu pembelajaran—bukan menggantikan peran guru, melainkan memperkuat daya jangkau, kreativitas, dan efektivitas pembelajaran di pesantren,” ujar Basnang Said di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Basnang menegaskan, penguatan literasi teknologi di pesantren perlu diarahkan agar sejalan dengan visi pendidikan keagamaan yang beradab, aman, dan berpihak pada perlindungan santri. “Pesantren harus tampil sebagai pusat pembelajaran yang adaptif, tetapi tetap kokoh menjaga karakter pendidikan pesantren. Karena itu, pelatihan seperti ini penting agar para guru memiliki kompetensi yang relevan, termasuk dalam penyusunan materi, metode ajar, dan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi,” lanjutnya.

Peserta Terbaik

AI Teaching Power digelar dalam sejumlah angkatan. Pada angkatan pertama, Januarianto Putra dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Koba, Bangka Belitung ditetapkan sebagai Best Teacher. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan indikator keaktifan selama program, kreativitas dalam penerapan pembelajaran, hasil wawancara, serta capaian pembelajaran yang terdokumentasi dalam laporan.

Sementara untuk Best School diberikan kepada Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta. Pesantren ini dinilai unggul berdasarkan tingkat partisipasi institusional, konsistensi keterlibatan para guru, serta hasil wawancara yang menunjukkan adanya penguatan praktik pembelajaran di lingkungan pesantren pascapelatihan.

Peserta terbaik menerima piagam penghargaan, merchandise, dan voucher belanja. Voucher dipilih agar penghargaan lebih relevan dan berdampak langsung karena dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penunjang aktivitas pembelajaran, termasuk pulsa dan paket data internet.

Pesantren Terbaik menerima piagam penghargaan serta dukungan perangkat berupa satu unit laptop. Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem pembelajaran dan mempercepat pemanfaatan teknologi dalam proses belajar-mengajar di pesantren.

Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan
.
Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.

Sumber : Kemenag RI